Jam Operational: Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB

Jam Operational: Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB

MENIRAN (PHYLLANTHUS)

Phyllanthus niruri L.
<span><b>MENIRAN-(PHYLLANTHUS)-</b></span>
SINONIM:

Phyllanthus amarus Schum.
Phyllanthus swarzii Kostel.

Phyllanthus nanus Hook. f.

NAMA DAERAH:

Sidukuang anak (Minang); Meniran ijo, memeniran(Sunda), Meniran (Jawa); Gosau ma dungi (Ternate).

KLASIFIKASI:

Kerajaan

:

Plantae (Tumbuhan)

Sub Kerajaan

:

Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi

:

Spermatophyta (Tumbuhan berbiji)

Divisi

:

Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas

:

Magnoliopsida (Berkeping dua/ Dikotil)

Sub Kelas

:

Rosidae

Ordo

:

Euphorbiales

Famili

:

Euphorbiaceae

Genus

:

Phyllanthus

Spesies

:

Phyllanthus niruri L.

DESKRIPSI:

Habitus berupa semak semusim setinggi 30-100 cm. Batang berupa batang masif (padat, tidak berongga), bulat, licin, tak berambut, berdiameter ±3 mm, berwarna hijau. Daun majemuk dan saling berseling. Anak daun berjumlah 15-24, berbentuk bulat telur, ujung daun tumpul dan pangkalnya membulat. Panjang daun ±1,5 cm, lebar ±7 mm, bertepi rata, dan berwarna hijau. Bunga berupa bunga tunggal, terletak di dekat tangkai anak daun, menggantung, berwarna putih. Daun kelopak berbentuk bintang. Benang sari dan putik tidak tampak jelas. Mahkota kecil dan berwarna putih. Buah bulat, pipih, berdiameter ±2mm dan berwarna hijau keunguan. Biji kecil, keras, berbentuk ginjal, dan berwarna coklat. Akar tunggang berwarna putih kotor.

BAGIAN YANG DIGUNAKAN:

Seluruh bagian

KONSTITUEN:

Flavonoid: kuersetin, kuersitrin, isokuersitrin, astragalin, rutin, kaemferol-4ramnopiranosid, eridiktol-7-ramnopiranosid; Lignan: kubebin dimetil eter, urinatetralin, nirurin, nirurisid, filantin, hipofilantin, triterpen lup-20-en-3-b-ol; kalium, damar dan tanin.

INDIKASI:

Ameba, amenorea, anoreksia, asites, bakteria, batu, batu empedu, batu kerikil di ginjal atau kandung kemih, bengkak, cacing gelang, skabies, cacingan, demam, diabetes, diare, disentri, dispepsia, disuria, dropsi, edema, Escherichia, flu, gatal, gigitan ular, luka, gonorea, gout, gugup, herpes, hiperglikemia, HIV, hiperurikemia, infeksi, infeksi jamur, infeksi saluran kemih, infertilitas, jamur, jerawat, kalkulus (deposit keras kalsium pada gigi, ginjal, atau empedu), kanker, kanker abdomen, kanker usus besar, kecanduan alkohol, kelemahan, keluarnya lendir secara berlebihan, kolesterol tinggi, kolik, komedo, konstipasi, kram, leukemia, malaria, menoragia (darah haid berlebihan), nyeri (infeksi/luka), nyeri abdomen, nyeri ovari, oftalmia, parasit, penyakit ginjal, penyakit hati, penyakit kandung empedu, penyakit kelamin, penyakit konjungtiva, penyakit kulit, penyakit kuning, penyakit lambung, penyakit prostat, penyakit usus, penyakit vagina, peranakan, prolaps, penyakit paru, stafilokokus, susah tidur, takikardia, tenesmus, tumor, ulkus, urogenitosis, virus.

PENGGUNAAN TRADISIONAL:

Meniran berguna untuk meningkatkan memori dan kecerdasan, tonik serta melawan herpes simplex virus 1 dan 2

  • Orang Amazon menggunakannya untuk alopesia, amenorea, kanker, kolik, kolitis, konstipasi, diabetes, disentri, dispepsia, edema, enterosis, demam, flu, batu empedu, masuk angin, Gonorea, gatal, sakit kuning, batu ginjal, malaria, nephrosis, oliguria, nyeri, proktosis, kejang, sakit perut, vaginitis, dan cacing.
  • Orang Ayurevdik digunakan untuk menoragia (Darah haid berlebihan) dan oliguria.
  • Orang Bahama menggunakan untuk infeksi bakteri, dingin, sembelit, demam, flu, dan gula darah yang tinggi.
  • Orang Brasil gunakan untuk albuminuria, arthrosis, penyakit kandung empedu, batu kandung kemih, kanker, radang selaput lendir hidung, cholecocystosis, kolik, kistosis, diabetes, dispepsia, disuria, edema, enterosis, demam, flu, batu empedu, masuk angin, gastrosis, Gonorea, gout, hepatosis, tekanan darah tinggi, hiperurisemia, peradangan, penyakit kuning, batu ginjal, malaria, nephrosis, obesitas , oliguria, nyeri, Penyakit peradangan pada lapisan rektum (Proctosis), prostatitis, kejang, sakit perut, dan uterosis.
  • Orang Kuba menggunakan Phyllanthus niruri untuk penyakit kandung empedu, diabetes, disentri, demam, malaria, dan oliguria.
  • Orang Haiti digunakan untuk kolik, kolitis, dispepsia, enterosis, demam, flu, gas, malaria, kejang, sakit perut, dan oliguria.
  • Orang Nepal menerapkan jus daun pemotongan, peradangan, jerawat, bengkak, dan luka.
  • Orang Porta Rika menggunakan tingtur sebagai tonik diuretik dalam malaria dengan Sakit limpa dan hati.
  • Orang Yunani penggunaan tanaman untuk disentri, gastrosis, dan luka, buah-buahan untuk memar, kurap, kudis, dan luka TBC.
    1. Sakit Kuning.
      16 Tanaman Meniran (akar, Batang, daun)dicuci lalu ditumbuk halus, direbus dengan 2 gelas air susu sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. Disaring dan diminum sekaligus; dilakukan setiap hari.
    2. 7 batang tanaman meniran (akar, Batang dan bunga) dan 7 buah Bunga cengkeh kering, 5 cm rimpang umbi temulawak, 1 potong kayu manis. Seluruh bahan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. Disaring dan diminum 2 kali sehari.
  • Malaria. 7 Batang tanaman Meniran lengkap dan 5 Biji bunga cengkeh kering, 1 potong kayu manis. Seluruh bahan dicuci bersih, kemudian ditumbukhalus dan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih. Disaring dan diminum 2 kali sehari.
  • Ayan. 17 - 21 batang tanaman meniran (akar, batang, daun dan Bunga) dicuci bersih, kemudian direbus dengan 5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal ± 2,5 gelas. Disaring dan diminum 1 kali sehari sehari ¾gelas selama 3 hari berturut-turut .
  • Demam. 3-7 batang Tanaman meniran lengkap (akar, batang, daun dan bunga) dicuci bersih, kemudian diseduh dengan 1 gelas air panas . Disaring,
    kemudian diminum sekaligus.
  • Batuk. 3 - 7 batang tanaman meniran lengkap (akar, batang, daun, bunga) dicuci bersih, kemudian ditumbuk halus direbus dengan 3 sendok makan air masak, hasilnya dicampurdengan 1 sendok makan madu sampai merata. Diminum sekaligus dan dilakukan 2 kali sehari.
  • Haid berlebihan. 3 - 7 potong akar Meniran kering ditumbuk halus dan direbus dengan 1 gelas air tajin dan diaduk sampai rata. Disaring dan diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.
  • Disentri. 17 batang tanaman meniran lengkap (akar, batang, daun dan bunga ). Direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih. Disaring dan diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.
  • Luka Bakar Kena Api atau Air Panas. 3 - 7 batang tanaman meniran lengkap (akar, batang, daun dan bunga) ditumbuk halus, dan temulawak diiris-iris . Kemudian dicampur dengan 1 Rimpang umbi temulawak (4 cm), 3 buah bunga cengkeh kering, 1 potong kayu Manis. Direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih.
  • Luka koreng. 9 - 15 batang meniran lengkap (akar, batang, daun dan bunga) dicuci Bersih dan ditumbuk halus. Kemudian direbus dengan 1 cerek air. Dalam keadaan hangat-hangat dipakai untuk mandi.
  • Jerawat. 7 Batang tanaman meniran dan 1 Rimpang umbi kunyit (4 cm). Seluruh bahan dicuci sampai bersih dan ditumbuk sampai halus, Kemudian direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. Disaring dan diminum sekaligus, ulangi secara teratur setiap hari.
  • Nephritic edema (Radang ginjal dengan protein dalam air seni. ) Setengah genggam daun meniran ditambah tiga gelas air; rebus sampai tiga perempatnya, ditambah madu. Sehari 3 kali tiga-perempat gelas minum.
  • Susah kencing disertai sakit perut/pinggang. Tanaman segar 7 , rebus 2 gelas sampai 1 gelas. Sehari kali sepertiga gelas.
  • Nyeri buang air kecil. Lima batang meniran berikut akarnya, direbus dalam 2 gelas air sampai menjadi satu gelas, minum.
  • Batu ginjal. Satu sendok bubur daun kumis kucing ditambah tujuh batang meniran (+ akar) direbus dalam dua gelas air menjadi satu gelas. Sehari 3 kali sepertiga gelas.
  • Disentri. Herba segar 30 - 60 g direbus.
  • Hepatitis. Herba segar 30 - 60 g direbus. Minum sehari sekali.
  • Rabun senja. Herba segar 15 - 20 g tambah hati ayam, tim.
  • Bisul di kelopak mata. Air rebusan meniran untuk cuci mata.
  • Rematik. Minum rebusan air meniran.
  • Digigiit anjing gila. Herba 4-6 g, direbus, minum. Tempelkan luka dengan tanaman yang digiling yang dicampur nasi.
  • Sakit ayan. Daun meniran ¾ genggam, direbus dengan air bersih 5 gelas, sampai mendidih hingga tinggal setengahnya. Minum 3 kali ¾ gelas per
    hari.
  • Kombinasi herbal Aegle marmelos, Andrographis paniculata, Bacopa monnieir, Citrullus lanthus, Eclipta alba, Phyllanthus niruri, Phyllanthus asperulatus, Piper longum, Picrorrhiza kurroa, Plumbago zeylanica, Sphaeramthus indicus, dan Tephrosia purpurea merupakan formulasi obat yang ampuh dan efektif terhadap penyakit hati. Herbal ini memiliki satu atau lebih khasiat seperti hepatoprotective, antiviral, cholerectic, regenerasi hepatosit, antifibrotik, dll. (Vaidya et al. , 1996b).
DOSIS HARIAN:

900–2.700 mg serbuk tumbuhan/ hari selama 3bulan, 10 tumbuhan/ ltr air, 3–6 g herba yang dikeringkan, 14–28 mL dijadikan minuman teh, 2–6 mL ekstrak dengan perbandingan (1:2).

KONTRAINDIKASI, INTERAKSI, DAN EFEK SAMPING:

"Bahaya kesehatan tidak diketahui dengan dosis terapi yang tepat". Dosis tinggi dapat menimbulkan aborsi. Pemakaian berlebih dapat menyebabkan impotensi. Dapat menyebabkan tekanan darah turun, kadar gula darah turun, gangguan keseimbangan elektrolit

SUMBER INTERNET:
  1. Classification | USDA PLANTS, https://plants.usda.gov/classification.html

  2. Dr. Duke's Phytochemical and Enthnobotanical Databases, https://phytochem.nal.usda.go

  3. The Plant List is a working list of all known plant species, http://www.theplantlist.org

  4. Tanaman Obat Indonesia, http://iptek.net.idindpd_tanobat

  5. Warung informasi teknologi warintek. http://warintek.ristekdikti.go.id

TAUTAN GAMBAR:
  1. http://www.discoverlife.org

  2. http://www.freshfromflorida.com