Jam Operational: Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB

Jam Operational: Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB

MAWAR KUBIS (ROSE PETALS)

Rosa centifolia L.
<span><b>MAWAR-KUBIS-(ROSE-PETALS)-</b></span>
SINONIM:

Rosa centifolia var. muscosa (Aiton) Ser.

Rose gallica var. centifolia (L. ) Regel

NAMA DAERAH:

Mawar kubis

KLASIFIKASI:

Kerajaan

:

Plantae (Tumbuhan)

Sub Kerajaan

:

Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi

:

Spermatophyta (Tumbuhan berbiji)

Divisi

:

Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas

:

Magnoliopsida (Berkeping dua/ Dikotil)

Sub Kelas

:

Rosidae

Ordo

:

Rosales

Famili

:

Rosaceae

Genus

:

Rosa

Spesies

:

Rosa centifolia L.

DESKRIPSI:

Rosa × centifolia (ratusan kelopak/ mawar berkelopak; sinonim. Rosa gallica var. centifolia (L. ) Regel), Mawar Provence atau mawar kubis atau Rose de Mai adalah mawar hibrida yang dikembangkan oleh pembiak mawar Belanda selama periode abad ke-17 dan abad ke-19, mungkin lebih awal. Termasuk dalam keturunan Rosa × damascena, tapi mungkin termasuk hibrida kompleks; sejarah hereditas pastinya tidak terdokumentasi atau diinvestigasi dengan baik atau menyeluruh, tetapi saat ini jenis ini tidak termasuk dalam mawar "ratusan kelopak" (centifolia) yang disebut oleh Theophrastus dan Pliny: "tidak ada referensi pasti yang dapat dilacak sebelum 1580". Tanaman aslinya steril, tetapi variasi mutasi dengan bunga tunggal muncul pada 1769, yang darinya berbagai kultivar yang dikenal sebagai mawar centifolia dikembangkan, yang merupakan hibrida lebih lanjut. Kultivar Lain kemudian menjadi variasi mutasi lebih lanjut dari mawar-mawar ini. Rosa × centifolia 'Muscosa' adalah mutasi dengan rambut-rambut yang mengandung resin pada kuncup bunga, yang darinya sebagian besar (tidak semua) "mawar lumut" berasal. Variasi kerdil atau miniatur telah dikenal hampir selama variasi yang lebih besar, termasuk miniatur mawar lumut 'Moss de Meaux'.

BAGIAN YANG DIGUNAKAN:

Bunganya dapat disuling dibuat minyak atsiri. Minyak atsiri diperoleh dengan penyulingan uap bunga segar merupakan cairan tidak berwarna atau berwarna kuning, bau aromatik seperti bunga mawar, rasa khas. Pada suhu 25 kental, jika didinginkan perlahan – lahan berubah menjadi massa hablur, jika dipanaskan mudah melebur.

KONSTITUEN:

Citronellol, eugenol, geraniol, linalool, nerol, paraffin.

INDIKASI:

Anoreksia, asma, batuk, cacingan, debilitas, demam, diare, gonorea, hemoptisis, hiperhidrosis, inflamasi, kanker, kanker mulut, kanker otot, kanker rahim, konstipasi, lepra, leukorea, luka, luka bakar, masuk angin, oftalmia, penyakit empedu, penyakit hati, penyakit kuning, penyakit lambung, penyakit mukosa, penyakit paru, penyakit rahim, penyakit tenggorokan, perdarahan, pingsan, sakit gigi, sakit kepala, sariawan, selesma, skirhus, tuberkulosis, tumor, wasir.

PENGGUNAAN TRADISIONAL:

Avicenna mengekstrak esensial kelopak mawar Rosa centifolia hingga mendidih dengan alembik melengkung dan mengumpulkan uap yang dihasilkan. Alembik merupakan alat penyulingan kuno, terdiri dari labu berleher bulat dan tutup dengan paruh panjang untuk mengkondensasi dan mendorong pada wadah penampung. Ekstraksi minyak esensial mawar ternyata menjadi hal yang biasa di dunia Arab pada awal Abad Pertengahan, yang digambarkan dalam sejumlah teks Bizantium. Ekstraksi minyak esensial sebagai komoditas yang berharga dan diekspor ke India dan China.

  • Infus atau serbuk mawar digunakan untuk pendarahan yang berlebihan.
  • Air mawar menenangkan kulit kering.
  • Kelopak bersifat astringen, pencuci kulit, menghentikan untuk pendarahan karena tergores dan luka tersayat.
  • Infus bunga digunakan untuk mencuci pada leukorrhea dan blennoragia (Gonorea). Infus juga digunakan sebagai obat kumur untuk radang tenggorokan, stomatitis.
  • Rebusan bunga digunakan untuk Phtisis, hemoptisis, diare dan disentri.
  • Bunga mawar digunakan untuk diare, tuberculosis, selesma, asma, perdarahan dan leukorea.
  • Secara eksternal, digunakan untuk radang mukosa oral dan faringeal, menahan luka dan peradangan kelopak mata.
  • Di India, mawar digunakan untuk batuk, bronkitis, asma, demam dan kelemahan umum.
  • Penelitian pijat menggunakan aromaterapi untuk menghilangkan gejala dismenore pada 67 siswa. Minyak esensial Lavandula officinalis, Salvia sclarea, dan Rosa centifolia (rasio 2: 1: 1) diencerkan menjadi 3% dalam 5 mL minyak almond dan dioleskan dalam pijat perut 15 menit setiap hari, 1 minggu sebelum dimulainya haid, dan berhenti pada hari pertama haid. hasilnya cukup signifikan dalam menghilangkan gejala haid (Han et al. , 2006).
DOSIS HARIAN:

1–2 g bunga dikeringkan/cangkir air 3 ×/hari.

KONTRAINDIKASI, INTERAKSI, DAN EFEK SAMPING:

Bahaya dan/ efek samping yang tidak diketahui untuk dosis terapi yang tepat. 15% tanin, proantosianidin (Oligomeric proanthocyanidins/ OPCs). Efek astringent disebabkan oleh kandungan tannin pada mawar. Dapat digunakan untuk peradangan pada mulut dan faring, luka serta hiperhidrosis. Geraniol adalah penyusun utama sejumlah minyak esensial, hal ini juga ditemukan pada Rosa centifolia. Geraniol memiliki aktivitas antiseptik yang kuat, yaitu tujuh kali lebih kuat dari pada fenol. Minyak pada Rosa centifolia memiliki bau mawar manis, dan digunakan dalam wewangian dan sebagai atraktan (zat yang menarik bagi serangga) dalam perangkap.

SUMBER INTERNET:
  1. Classification | USDA PLANTS, https://plants.usda.gov/classification.html

  2. Dr. Duke's Phytochemical and Enthnobotanical Databases, https://phytochem.nal.usda.go

  3. Herb-Drug Interactions, http://www.stuartxchange.com

  4. Rosa centifolia, https://id.wikipedia.org

  5. The Plant List is a working list of all known plant species, http://www.theplantlist.org

  6. Warung informasi teknologi warintek. http://warintek.ristekdikti.go.id

TAUTAN GAMBAR:
  1. Rosa centifolia, https://commons.wikimedia.org