MARKISA BESAR (GRANADILLA)
Passiflora quadrangularis L.
SINONIM:
Granadilla quadrangularis (L. ) Medik. ,
Passiflora macrocarpa Mast. ,
Passiflora macroceps Mast. ,
Passiflora sulcata Jacq. ,
Passiflora tetragona M. Roem. ,
Passiflora quadrangularis var.
NAMA DAERAH:
Rubis (Palembang), Belewa (Melayu), Markusa (Sunda), Markisah (Jawa).
KLASIFIKASI:
|
Kerajaan
|
:
|
Plantae (Tumbuhan)
|
|
Sub Kerajaan
|
:
|
Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
|
|
Super Divisi
|
:
|
Spermatophyta (Tumbuhan berbiji)
|
|
Divisi
|
:
|
Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
|
|
Kelas
|
:
|
Magnoliopsida (Berkeping dua/ Dikotil)
|
|
Sub Kelas
|
:
|
Dilleniidae
|
|
Ordo
|
:
|
Violales
|
|
Famili
|
:
|
Passifloraceae
|
|
Genus
|
:
|
Passiflora L.
|
|
Spesies
|
:
|
Passiflora quadrangularis L.
|
DESKRIPSI:
Termasuk tanaman semak hidupnya menjalar, panjangnya kurang lebih 10m. batang markisa kecildan panjang sekali bentuk persegi, semu, lunak, halus, warna hijau kecoklatan. Batangnya merambat dengan bantuan sulur berbentuk pilin (spiral). Daun tunggal, lonjong, tersebar, panjang 7-20 cm, lebar 5-15 cm, tepi rata, ujung runcing, pangkal membulat, pertulangan menyirip, permukaan licin, tangkal persegi, panjang 2-6 cm dan berwarna hijau. Bunga tunggal berbentuk mangkok, berkelamin dua (hermaprodit) dan menempel diketiak daun, tangkal bergerigi, panjang 3-4 cm hijau, mahkota berbentuk lonjong, permukaannya beralur, warna unggu, benang sari bertangkai, bentuk tabung, panjang kurang lebih 6 cm, warna putih, putiknya pendek warna kuning dengan kelopak bunga berbentuk lonjong warna hijau. Beraroma khas harum. Penyerbukan silangdengan bantuan lebah. Buah bentuk lonjong dengan panjang kurang lebih 20 cm, diameter 15 cm berat 3-5 kg, warna hijau ke putih-putihan. Buah yang sudah masak berwarna kekuningan dan beraroma khas harum buah markisa. Biji bulat pipih panjangnya kurang lebih 0,3 cm berwarna putih. Akar tunggang putih kotor.
BAGIAN YANG DIGUNAKAN:
Buah
KONSTITUEN:
Daun dan akar: Pasiflorin. Pasiflorin terdapat juga pada daun Passiflora edulis, tanaman Passiflora incarnata dan Passiflora suberosa. Konstituen ini sepertinya agak mirip dengan morfin.
INDIKASI:
Abses, ansietas, antraks, batuk, cacingan, demam, patah tulang, diabetes, diare, disentri, disuria, gigitan ular, insomnia, kongesti, luka terbuka, malaria, mastitis, memar, neuralgia, nyeri, palpitasi, parotitis, penyakit arteri, penyakit hati, penyakit jantung, penyakit kulit, penyakit uvula, perdarahan, radang tenggorokan, ruam, sakit kepala, suara serak, peradangan, tekanan darah tinggi.
PENGGUNAAN TRADISIONAL:
Pengunaan sehari-hari dapat digunakan untuk: mengatasi pengerasan pembuluh darah, kongesti, penyakit kulit, diabetes, demam, disuria, tulang retak, sakit kepala, penyakit hati, Tekanan darah tinggi, peradangan, suara serak, susah tidur, gugup, nyeri saraf , hidung tersumbat dan cacingan.
- Buah dinilai di daerah tropis sebagai antiskorbutik dan stomakik.
- Tapal daun diaplikasikan pada keluhan hati.
- Akar digunakan sebagai emetik, diuretik dan vermifuga.
- Serbuk yang dicampur dengan minyak diaplikasikan sebagai tapal yang menenangkan.
- Di Brasil, daging diresepkan sebagai obat penenang untuk menghilangkan sakit kepala, asma, diare, disentri, neurastenia dan insomnia. Biji
mengandung prinsip kardiotonik, bersifat sedatif, dan dalam dosis besar, narkotika. Rebusan daun adalah vermifuga dan digunakan untuk mengatasi
nyeri pada kulit. - Orang Dominikan menyarankan teh daun untuk penyakit hati dan menggunakan daun yang dihaluskan sebagai obat kumur untuk suara serak dan sakit tenggorokan.
- Orang Haiti minum jus buah untuk insomnia dan masalah urinaria dan melembutkan daun dan menerapkannya ke daerah rematik dan sakit kepala,
menggunakan rebusan bunga untuk diare dan disentri, menggunakan buah dan infus daun untuk kardiopati dan jantung berdebar serta menggunakan daun untuk merendam kaki sebagai dekongestan. - Orang Peru menggunakan jus buah, bunga dan infusan daun sebagai obat penenang.
- Orang Trinidad menggunakan rebusan daun untuk membakar buang air kecil, diabetes, dan tekanan darah tinggi.
DOSIS HARIAN:
Buah biasa dikonsumsi oleh masyarakat luas. Akar, meskipun dilaporkan beracun, dimasak dan dimakan seperti ubi jalar. Biji dalam dosis kecil obat penenang, dalam dosis besar bersifat hipnotis.
KONTRAINDIKASI, INTERAKSI, DAN EFEK SAMPING:
Daun, kulit buah, dan biji yang belum matang menghasilkan HCN. Akar segardan pulp nya yang sangat beracun karena mengandung alkaloid passiflorine yang bersifat emetik dan narkotika, bila diminum secara berlebihan dapat menyebabkan kelesuan dan mengantuk. Mengandung noradrenalin. Daunnya mengandung hemolisin. Ekstrak daun hidroalkoholik menunjukkan aktivitas ansiolitik (100, 250, dan 500 mg / kg) sama dengan diazepam. Ekstrak daun dan cabang menunjukkan netralisasi sedang terhadap efek hemoragik bisa ular Bothrops atropik (Sejenis ular yang mematikan di benua Amerika).
SUMBER INTERNET:
-
Classification | USDA PLANTS, https://plants.usda.gov/classification.html
-
Dr. Duke's Phytochemical and Enthnobotanical Databases, https://phytochem.nal.usda.go
-
Herb-Drug Interactions, http://www.stuartxchange.com
-
The Plant List is a working list of all known plant species, http://www.theplantlist.org
-
Tanaman Obat Indonesia, http://iptek.net.idindpd_tanobat
-
Warung informasi teknologi warintek. http://warintek.ristekdikti.go.id
TAUTAN GAMBAR:
-
Passiflora quadrangularis, https://commons.wikimedia.org